Jumat, 14 Agustus 2020

Membangun Indonesia Melalui Dunia Pendidikan dengan Pembelajaran dalam Jaringan yang Efektif dan Menyenangkan


Membuat Materi yang Menarik dan Tugas yang Menyenangkan

Assalamau’alaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh…

Selamat pagi, siang, sore, malam, kapanpun dan dimanapun temen-temen yang saat ini sedang membaca tulisan saya semoga dalam keadaan sehat wal ‘afiat ya aamiin.

Foto bersama siswa sebelum Covid
Foto bersama siswa sebelum wabah Covid-19

Perkenalkan nama saya Eneng Yulianti, pendidikan terakhir saya Strata Satu jurusan Sistem Informasi di Stikom Binaniaga Bogor yang pada saat ini sudah menjadi Universitas Binaniaga. Saya terjun di dunia pendidikan sejak tahun 2013,  pertama kali saya mengajar sebagai seorang pelatih Pramuka di tempat saya menuntut ilmu yaitu Madrasah Aliyah Al-Falak Bogor, namun tidak lama hanya berjalan satu tahun. Kemudian pada tahun 2014 saya mengajar di SMP Insan Kamil Bogor hingga saat ini. 

Ini adalah tulisan pertama saya mengenai pendidikan, biasanya saya kalau menulis ya palingan cerita-cerita mengenai kehidupan sehari-hari saya,  itupun tidak rutin saya lakukan. Jadi mohon maaf jika tulisan yang saya sajikan terdapat banyak kesalahan.

Tahun 2020 ini adalah tahun perdana dimana semua aktifitas belajar dan mengajar dari rumah dikarenakan adanya wabah Covid-19 yang mau tidak mau kita harus taat pada peraturan pemerintah mengenai belajar dari rumah disingkat BDR atau pembelajaran jarak jauh disingkat PJJ agar penyebaran virus tidak semakin meluas.  Hal ini tentu saja tidak mudah bagi kebanyakan orang, baik guru, siswa, maupun orang tua, karena belum terbiasa. Tidak mudah melakukan pembelajaran jarak jauh , selain setiap siswa harus memiliki gawai atau laptop, juga harus memiliki kuota yang lebih banyak agar dapat terhubung dengan guru di setiap harinya (kecuali hari libur). Tidak semua siswa memiliki gawai, laptop dan kuota yang  cukup untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh. Ada sebagian siswa yang memakai gawai milik orang tuanya sedangkan orang tuanya bekerja hingga malam sehingga ketika orang tuanya pulang barulah bisa memakai gawai untuk mengikuti pembelajaran susulan atau diluar waktu yang sudah ditentukan sekolah. Banyak sekali kendala-kendala yang dihadapi saat pemebalajaran jarak jauh yang kita laksanakan hingga saat ini, tidak sedikit orang tua, siswa, bahkan guru yang mengeluh. Tetapi mengeluh bukanlah solusi, dengan keadaan seperti sekarang ini kita harusnya mengatur strategi bagaimana sih caranya agar semua bisa berjalan dengan baik, kita harus bisa meminimalisir masalah-masalah atau kendala-kendala yang kita hadapi, tentu tidak mudah karena belum terbiasa.

Pada pertengahan bulan Maret 2020 pembelajaran jarak jauh mulai diberlakukan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring atau online. Memang sih cukup menyenangkan belajar online karena belajarnya bisa sambil duduk, rebahan,  bahkan bisa sambil nyemil tapi lama  kelamaan pasti bosan juga karena tidak bisa berinteraksi secara langsung baik dengan teman maupun guru. Saat itu media yang pertama kali digunakan adalah Google Classroom. Untuk menggunakan media Google Classroom, pihak sekolah membuatkan akun  sekolah untuk setiap guru dan siswa agar dapat digunakan dalam satu organisasi yang sama jadi tidak menggunakan akun pribadi agar lebih mudah untuk kedepannya. Karena belum  terbiasa banyak sekali siswa yang merasa kesulitan menggunakan media Google Classroom, mulai dari sulitnya gabung ke kelas, kesalahan password, lupa password, dan lain sebagainya. Namun seiring berjalannya waktu, menjadi terbiasa, masalah demi masalah satu persatu dapat teratasi. Untuk pembiasaan, setiap hari siswa dan guru berinteraksi melalui Google Classroom, mulai dari menyapa, menanyakan kabar, mengingatkan siswa agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengingatkan agar selalu berdoa dan melakukan kewajiban terhadap Alloh dan membantu orang tua dan tidak lupa untuk mengecek kehadiran siswa secara online saat itu dengan mengisi Google Formulir berupa presensi saat pembelajaran berlangsung. Guru mempersiapkan materi yang akan diberikan kepada siswa dengan menggunakan power point, google dokumen/word/pdf atau berbentuk link video baik buatan sendiri atau referensi dari youtube yang kemudian dibagikan kepada siswa melalui Google Classroom.

Tiga bulan berlalu, namun belum ada kabar baik untuk bisa tatap muka di sekolah, semua sudah merasa jenuh baik guru, siswa, maupun orang tua, meskipun sudah terbiasa tapi tetap saja lebih mudah tatap muka atau secara langsung. Pada akhirnya penilaian akhir tahun pun atau biasa disingkat PAT dan pembagian rapor dilakukan secara daring atau online dan pembelajaran jarak jauh diperpanjang hingga waktu yang belum bisa ditentukan dikarenakan zona masih merah.

Belajar dari sebelumnya saya pribadi merasa masih kurang efektif jika memberi materi hanya sekedar membuat slide power point atau berbentuk ketikan di word/dokumen apalagi disertai kuis menggunakan google formulir, sebagian siswa langsung mengerjakan tanpa membaca terlebih dahulu materinya, karena ada sebagian siswa yang kurang minat dalam membaca dan sulit dalam memahami apa yang dia baca daripada mendengar secara langsung, terlebih tidak bisa menanyakan secara langsung hal apa yang tidak ia mengerti, kemudian referensi video yang diambil dari youtube (milik orang lain) kurang mengena karena tidak secara nyata kita sebagai guru yang langsung memberikan penjelasan. Dan pada akhirnya pada tahun ajaran baru ini saya berusaha sebaik mungkin agar materi dapat tersampaikan dengan baik dan siswa mudah memahami mengenai materi yang disampaikan. Saya mulai membuat video pembelajaran sendiri melalui gawai atau laptop dengan durasi waktu yang sebentar namun berisi, jelas, dan ringkas disertai konten-konten yang menarik seperti animasi atau gambar-gambar yang disisipkan atau backsound agar siswa tidak jenuh ketika mendengarkan. Di awal tayangan saya awali dengan salam, kemudian menanyakan kabar, berdoa, kemudian meriviu materi sebelumnya barulah penjelasan mengenai materi yang akan dipelajari saat ini dan jika ada tugas maka dijelaskan pula petunjuk untuk mengerjakannya seperti apa, penyampaiannya santai tidak terlalu serius dan buat suasana semenyenangkan mungkin . Selain video, kemudian ada kalanya melakukan tatap muka online atau live streaming melalui Google Meet. Tidak membebani siswa dengan memberikan tugas yang sulit.

Agar siswa merasa senang dalam belajar dan mengevaluasi hasil belajar dengan mengerjakan kuis-kuis yang menarik yang disediakan melalui beberapa media seperti Quizizz yang bisa membantu siswa lebih fokus dikarenakan setiap soal berdurasi, kemudian ada reward ketika berhasil atau menjawab benar, sehingga menyenangkan saat mengisi soal seperti bermain game namun tentang pengetahuan, bisa juga menggunakan Kahoot yang bisa dilakukan secara langsung menggunakan kode undangan, ini tidak jauh berbeda dengan quizizz, dan bisa juga menggunakan Edpuzzle  yang disediakan oleh Google Suite, banyak lagi media yang menyenangkan yang bisa kita gunakan dalam pembelajaran,  tidak lupa juga selain media, peran kita sebagai guru sangatlah penting dalam memberikan motivasi kepada siswa agar selalu  semangat dalam belajar.

Pembelajaran daring ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu satu pekan pertama mengenai kecakapan hidup, pekan kedua dan ketiga mengenai akademik, dan pekan keempat mengenai kecakapan hidup bagian kedua. Kecakapan hidup merupakan sebuah keterampilan yang memiliki kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif, kecakapan hidup memiliki peran penting dalam rangka membekali siswa belajar agar dapat hidup secara mandiri dan memiliki keterampilan.

Tampilan Kelas Kecakapan Hidup

Program Tahfiz dan Tahsin 

Program Tahfiz dan Tahsin adalah satu pembelajaran kecakapan hidup, foto diatas adalah ketika siswa membaca kitab Yanbu'a dan dibimbing oleh orang tua mereka di rumah.

Jadi intinya, agar pembelajaran dalam jaringan lebih efektif dan menyenangkan, yang pertama adalah kita perlu melakukan pendekatan terhadap siwa apa yang sebenarnya yang mereka senangi, cara belajar seperti apa yang mereka senangi, dan kendala apa saja yang mereka temukan ketika belajar online. Caranya bisa melalui survey yang bisa kita buat menggunakan Google Formulir atau bisa juga berbalas komentar di forum kelas . Kemudian yang kedua cara menyampaikan materi yang mudah dimengerti oleh mereka dan jika akan memberikan tugas semacam kuis  bisa menggunakan media-media yang menyenangkan seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

Oh ya sebelum mengakhiri tulisan ini saya ingin mengajak pembaca untuk bermuhasabah diri, karena segala sesuatu yang terjadi itu pasti akan ada hikmah di dalamnya baik itu musibah ataupun bencana.

Pernah ga dulu berucap begini “sekarang mah apa-apa serba online ya? Mau makan tinggal klik digawai, mau belanja tinggal klik di gawai ga perlu ke pasar, bahkan mau jalan-jalanpun ga usah repot-repot nyari kendaraan umum atau mengendarai sendiri kan ada ojek online tinggal download aja aplikasinya”, “sekarang mah belajar bisa online, jangan-jangan entar mah bagi rapot online, bayaran online kali ya hahaha”, pernah??

Qodarulloh…  semua yang pernah kita ucapkan dulu kini terjadi, bukankah perkataan itu adalah do’a??

Kemudian ada siswa yang malas-,malasan dalam belajar atau bahkan nekat kabur dari sekolah, ingin cepat liburan atau libur panjang. Ada juga orang tua yang bisanya menyalahkan guru mengenai cara mendidik anaknya di sekolah, orang tua yang selalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga kurangnya interaksi dengan anaknya sendiri dan lain sebagainya.

Rupanya Alloh menegur kita semua dengan adanya wabah ini agar kita sebagai manusia kembali ke fitrahnya, siswa belajar dengan baik karena itu memang kewajibannya, orang tua berperan menjadi pendidik karena pada hakikatnya ibu adalah madrasah utama untuk anaknya, lebih banyak berinteraksi dengan keluarga di rumah, orang tua menjadi tahu bagaimana sulitnya mendidik anak, begitupun guru di sekolah, tidak mudah untuk mendidik anak jika kita tidak saling bekerjasama antara orang tua dan guru dalam mendidiknya J

Semoga semua ini menjadi renungan untuk kita dan wabah ini segera berlalu, kita semua bisa menjalani kembali ke kehidupan yang normal namun dengan pribadi yang lebih baik lagi.  Dan semoga sesegera mungkin sekolah bisa di buka kembali. Aamiin

 

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh